Bagi para pengguna pipa HDPE pasti tentunya sudah tidak asing lagi dengan fitting atau aksesoris pipa untuk pipa HDPE, tetapi bagi mereka yang baru beradaptasi menggunakan pipa ini pastilah bingung dengan berbagai jenis fitting yang ada. Dalam edisi kali ini kami akan membahas mengenai jenis-jenis fitting HDPE seperti:

  1. Compression joint / mechanical joint
  2. Push-on fitting
  3. Buttfusion fitting – segmented fitting
  4. Buttfusion fitting – injection moulding
  5. Electrofusion fitting

Masing-masing fitting memiliki sifat dan keunggulan masing-masing, termasuk juga ada prasyarat pemakaiannya dan juga alat penyambungannya. Supaya lebih jelas, kami akan membahas satu per satu fitting ini lebih dalam di dalam artikel ini:

COMPRESSION FITTING / MECHANICAL JOINT

Fitting jenis ini umumnya untuk pemasangan pipa HDPE antara diameter ½” atau 20 mm hingga maksimal diameter 4” atau 110 mm. Fitting jenis ini menyambung pipa dengan cara “menggigit” pipa ketika fittingnya dikencangkan -begitulah asal usul nama compression. Sedangkan nama mechanical atau jika kita terjemahkan sebagai mekanis yang dimaksud adalah fitting ini tidak melakukan penyambungan antarpipa dengan panas atau peleburan (fusion), tetapi berdasarkan kekuatan mekanik semata.

Di dalam fitting ini ada beberapa bagian yang perlu kita perhatikan saat pemasangannya, karena masing-masing merek mempunyai susunan yang berbeda-beda. Urutan pemasangan yang salah akan menyebabkan kebocoran, maka ketika kita membongkar fitting ini untuk pemasangan sebaiknya kita mengingat-ingat urutannya.

Secara umum, bagian-bagiannya adalah:

  1. Seal / Segel karet
  2. Penahan seal
  3. Compression ring / Cincin kompresi
  4. Outer ring / Cincin luar

Bagian-bagian fitting compression joint

Segel karet bertugas untuk menahan rembesan air yang bisa lewat saat pipa tersambung. Penahan seal berfungsi untuk menjepit karet tersebut supaya tetap berada di tempatnya saat terjadi gerakan pipa. Cincin kompresi biasanya berwarna putih, bergerigi, dan bentuknya tidak seperti lingkaran penuh. Bagian ini bertugas untuk menggigit/mencengkeram badan pipa supaya tidak lepas dari fitting. Cincin kompresi ini akan ditekan oleh cincin luar sebagai kekuatan tambahan sehingga fitting tidak mudah lepas.

Untuk memutar cincin luar kita bisa menggunakan kunci filter, terutama yang dari kulit, karena jika kita menggunakan kunci pipa dari besi biasanya akan melukai cincin luar ini sehingga aus.

Lalu apa kelebihan dari fitting ini?

  • Tanpa menggunakan alat pemanas ataupun genset
  • Untuk pipa diameter ukuran kecil
  • Penyimpanan praktis
  • Bisa menahan tekanan umumnya hingga 16 bar
  • Bisa kita gunakan untuk menyambung pipa yang berbeda kelas PN / ketebalannya

Sementara, apa saja kelemahan fitting ini?

  • Untuk ukuran 90 ke atas harganya bisa jadi mahal / kurang ekonomis jika dibandingkan dengan fitting dengan pengelasan
  • Tidak cocok untuk pipa batangan
  • Varian fitting lebih sedikit jika dibandingkan dengan fitting dengan pengelasan

Untuk fitting mechanical joint sebaiknya dalam aplikasinya adalah untuk pipa yang terkubur di dalam tanah. Tujuannya adalah supaya menambah kekuatan cengkeraman fitting jika terjadi tekanan berlebih pada pipa.

Macam fitting yang ada di jenis ini antara lain:

  1. Coupler / penyambungan lurus
  2. Reducer
  3. Tee / Percabangan 3
  4. Male threaded / Sok drat luar
  5. Female threaded / Sok drat dalam
  6. Cap / dop
  7. Elbow – biasanya hanya untuk 90 derajat
  8. Flange joint – untuk sambungan flange to flange dengan valve atau pipa yang berbeda

Untuk jenis fitting selanjutnya akan kami bahas di minggu depan.