Jenis-Jenis Fitting HDPE (4)
Jenis fitting selanjutnya adalah fitting injection moulding. Sama dengan fitting berjenis segmented, dalam pemasangan fitting ini kita memerlukan mesin pengelas/buttfusion untuk menyambungkannya dengan pipa. Perbedaannya adalah, fitting ini dibuat dengan cara menyuntikkan / injeksi bahan baku HDPE ke dalam cetakan (moulding) berbentuk fitting yang diperlukan.

Fitting jenis ini memiliki dua sub jenis, yaitu long spigot dan short spigot. Spigot di sini kita bisa artikan sebagai panjang bodi fitting. Sub jenis long spigot lebih panjang daripada short spigot. Alasan kenapa ada perbedaan itu adalah karena fitting jenis short spigot biasa digunakan untuk sambungan di tempat-tempat yang relatif sudut atau lokasinya lebih sempit. Industri yang paling banyak menggunakan jenis short spigot adalah di industri pertambangan.
Macam fitting ini adalah yang terbanyak di antara semua fitting HDPE yang lain. Ini karena bentuk fitting apapun bisa diproduksi dengan mudah asalkan pabrikan memiliki cetakan yang tepat. Perlu kita catat, tidak semua fitting yang bisa diproduksi pasti tersedia atau ada stoknya di pasaran, karena efek dari permintaan juga ada bermain di sini.
Macam fitting yang tersedia untuk jenis ini antara lain:
- Elbow 90 derajat dan 45 derajat
- Equal tee dan reduced tee
- Reducer
- Stub end / flange adaptor
- Tee-Y (Tee dengan cabang miring 45 derajat atau disebut juga Y-branch)
- Cross tee (Tee dengan empat penampang)
Lalu apa kelebihan dari fitting ini?
- Kekuatan menahan tekanan lebih kecil resikonya daripada fitting segmented
- Harga jauh lebih murah daripada fitting segmented
- Varian fitting cukup luas
Sementara, apa saja kelemahan fitting ini?
- Tidak semua kelas tekanan tersedia (umumnya hanya ada PN 10 atau PN 16 saja)
- Ukuran tersedia biasanya mulai dari diameter 63 mm ke atas
- Pemasangannya membutuhkan tenaga ahli dan konsumsi daya
Berikutnya, jenis fitting HDPE yang terakhir adalah fitting electrofusion.
