Jenis-Jenis Fitting HDPE (2)
Bagi para pengguna pipa HDPE pasti tentunya sudah tidak asing lagi dengan fitting atau aksesoris pipa untuk pipa HDPE, tetapi bagi mereka yang baru beradaptasi menggunakan pipa ini pastilah bingung dengan berbagai jenis fitting yang ada. Melanjutkan edisi lalu, minggu ini kami akan membahas jenis fitting selanjutnya yaitu push on fitting.

Fitting jenis ini mirip dengan compression joint, dengan cara kerja yang sedikit berbeda. Kelemahan fitting compression adalah fitting tersebut tidak benar-benar menyatu dengan pipa, sehingga jika ada tekanan berlebih maka biasanya fitting tersebut bisa terdorong lepas. Kelemahan yang lain adalah hanya dengan kunci filter atau peralatan sederhana orang yang tidak berkepentingan bisa dengan mudah membuka sambungan fitting tersebut.
Fitting push on menjawab tantangan tersebut dengan cara yang berbeda. Sekilas jika kita melihat fisiknya, kita akan langsung bisa melihat ada gigi-gigi besi yang membantu menahan pipa HDPE supaya tetap tersambung. Gigi-gigi besi ini biasanya kita buka dengan kunci khusus yang universal untuk semua fitting push on. Jadi, orang yang tidak berkepentingan meskipun membawa kunci pipa akan kesulitan untuk melepas sambungan pipa tersebut.
Pemasangannya cukup mudah, hanya tinggal kita memasukkan kunci untuk memasukkan gigi-gigi metal ke dalam, lalu tekan pipa (push on) ke dalam fitting, lalu keluarkan kunci sehingga gigi-gigi metal langsung mencengkeram pipa.
Lalu apa kelebihan dari fitting ini?
- Semua kelebihan fitting mechanical joint, ditambah dengan
- Sulit bagi orang yang tidak berkepentingan untuk menyabotase tanpa alat khusus
Sementara, apa saja kelemahan fitting ini?
- Terbatas pada ukuran sangat kecil, 20 mm atau ½”
- Tidak semua macam fitting tersedia
Macam fitting yang tersedia di jenis ini antara lain:
- Coupler / penyambungan lurus
- Reducer
- Male threaded / Sok drat luar
- Female threaded / Sok drat dalam
- Cap / dop
- Elbow – biasanya hanya untuk 90 derajat
